Sedangkandalam bahasa Arab, maushul dikenal dengan kata "ุงูููุฐููู". Perhatikan contoh berikut: Bentuk Shilah Maushul; Pada umumnya, shilah yang terhubung dengan isim maushul akan terdiri dari jumlah atau shibbul jumlah. Salah satu isim maushul "al" memiliki shilah yang bersifat sharihah (Isim Fai'l atau Isim Maf'ul atau
Sebagianbesar kata Arab berasal dari akar tiga huruf (trilateral). Dan setiap akar Arab trilateral secara teoritis dapat diubah menjadi satu dari lima belas bentuk kata kerja yang mungkin (ุงูุฃูุฒุงู, al-awzaan). (Formulir 11 sampai 15 sangat jarang, jadi orang biasanya hanya fokus pada bentuk 1 sampai 10, meski 9 juga lumayan langka).
circle(lingkaran) Lingkaran adalah bentuk yang terdiri dari satu garis berbentuk melengkung. Garis dimulai dari atas, kemudian memutar seperti bentuk bundar, dan terhubung lagi dengan titik awalnya. Pikirkanlah bentuk ini seperti bola yang datar. Jika kamu pernah menggambar bola, tentu kamu pernah menggambar lingkaran.
Bentuktunggal ganda dan Jamak dalam bahasa arab dapat disebut dengan ุงูู
ูุฑุฏ ู ุงูู
ุซูู ู ุงูุฌู
ุน mempelajari materi ini pembelejar akan banyak menemukan kata tunggal (ุงูู
ูุฑุฏ ). Sehingga melakukan perubahan kedalam bentuk ganda atau jamak akan menyesuaikan kalimat yang diinginkan. Bentuk Tunggal. Bentuk tunggal dalam bahasa arab akan diterjemahkan jumlah 1.
Unsurbentuk dari lambang bahasa itu berupa ucapan dalam bahasa lisan dan tulisan dalam bahasa tulis, sedangkan makna adalah sesuatu yang ada dalam bentuk itu.1 Bahasa Arab memiliki keistimewaan dibanding bahasa-bahasa lainnya, bukan saja Bahasa Arab memiliki nilai sastra bermutu tinggi bagi mereka yang mengetahui dan mendalami, akan tetapi
danbentuk morfem yang terdapat pada suatu verba dasar triliteral yang selama ini selalu menjadi perdebatan di kalangan pemerhati bahasa Arab. Selain itu, penelitian ini juga membicarakan proses Sebagian besar verba dalam bahasa Arab terdiri dari tiga huruf atau "triliteral" (Wright, 1981:35; Haywood, 1962:94; Al-Qahtani, 2003:13). Verba
Dalambahasa Arab, bentuk lafadz kalimat yang mengandung unsur tuntutan untuk mengerjakan sesuatu beragam, tidak hanya menggunakan lafazh yang memakai sighat amr yang menunjukkan perintah secara jelas, tetapi perintah juga bisa ada di banyak pola dalam kalimat-kalimat yang mengandung arti perintah. Kadang juga kalimat perintah tersebut
PengembanganBahan Ajar Bahasa Arab dalam Bentuk Permainan (DOC) Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab dalam Bentuk Permainan | Alfarizi Alfarizi - no longer supports Internet Explorer.
Macammacam dan Bentuk Tes Bahasa Arab. 119 Sementara itu, tes profisiensi bahasa ikhtibar al- kafรขโah fi al-lughah al-Arabiyyah adalah tes yang tidak dimaksudkan untuk menguji pemerolehan kebahasaan peserta didik dan tidak terkait dengan kurikulum, buku ajar dan masa program belajar tertentu, melainkan menguji kompetensi dan keterampilan
Terjemahanuntuk 'bentuk jamak' dalam kamus bahasa Inggris gratis dan banyak terjemahan bahasa Inggris lainnya. bab.la - Online dictionaries, vocabulary, conjugation, grammar Toggle navigation share
VKGrw. ArticlePDF Available AbstractThis paper discusses word formation in Arabic through inlectional and derivational processes. Inlection is a morphological process of afixation that creates different forms of the word without changing the word category. Derivation is a morphological process which changes the form of the word and also changes the word category. The method used in this study is a descriptive method with a synchronic time range. In other words, the inlectional and derivational word formation processes will be described as they are. The data were taken from an Arabic textbook for nonarabic students called โAl-Arabiyyah Bayna Yadaykโ 2007. The result shows that the inlection process in the formation of Arabic words is intended to mark the grammatical concepts of tenses, mood, diathesis, transitive, gender, and number in verb category, meanwhile in other categories such as noun, adjective, and particle, inlection is intended to mark the grammatical concepts of gender, number, and case. The derivational word formation process in Arabic is conducted in two ways, namely 1 internal changes and 2 afixations. Internal changes in the derivational process were carried out by changing the basic form into certain patterns through horizontal conjugation techniques tashrif istilahy, namely by changing internal stem vowels, while afixations in the derivation process are conducted by adding afixes to the basic form, such as preixes or conixes. The derivation process in Arabic is intended to form derivation of nouns from verbs, verbs from nouns, and verbs from adjectives. AbstrakMakalah ini membahas pembentukan kata dalam bahasa Arab melalui proses inleksi dan derivasi. Inleksi adalah proses morfologis berupa aiksasi yang mengubah bentuk kata tanpa mengubah kelas katanya. Derivasi adalah proses morfologis yang menyebabkan pembentukan kata baru yang berbeda kelas kata dasarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jangkauan waktu bersifat sinkronis. Artinya, inleksi dan derivasi sebagai proses pembentukan kata dideskripsikan seperti apa adanya. Data diambil dari buku pelajaran bahasa Arab untuk nonarab berjudul Al-Arabiyyah Bayna Yadayk 2007. Temuan menunjukkan bahwa proses inleksi dalam pembentukan kata bahasa Arab dimaksudkan untuk menandai konsep gramatikal kekalaan, kemodusan, kediatesisan, ketransitifan, kegenderan, dan jumlah pada kelas kata verba, sedangkan pada kelas kata selainverba, seperti nomina, adjektiva, dan partikel, inleksi dimaksudkan untuk menandai konsep gramatikal gender, jumlah, dan kasus. Sementara itu, pembentukan kata melalui proses derivasi dalam bahasa Arab dilakukan dengan dua cara, yaitu 1 perubahan internal dan 2 aiksasi. Perubahan internal dalam proses derivasi dilakukan dengan mengubah bentuk dasar ke dalam pola-pola tertentu melalui teknik konjugasi horizontal tashrif istilahy, yaitu dengan cara mengubah vokalvokal internal stem, sedangkan aiksasi dalam proses derivasi dilakukan dengan penambahan aiks pada bentuk dasar, seperti preiks atau koniks. Adapun proses derivasi dalam bahasa Arab dimaksudkan untuk membentuk nomina deverba, verba denomina, dan verba deadjektiva. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. tajuDin nur inFLeksi Dan Derivasi DaLam ...273INFLEKSI DAN DERIVASI DALAM BAHASA ARAB ANALISIS MORFOLOGIINFLECTION AND DERIVATION IN ARABICMORPHOLOGICAL ANALYSISTajudin NurFakultas Ilmu Budaya, Universitas PadjadjaranJalan Raya Bandung-Sumedang Km 21, JatinangorPonsel 081322892059Pos-el naskah masuk 10 Oktober 2018Tanggal revisi akhir 27 Desember 2018Abstract๎ท๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎forms of the๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎process which changes the form of the word and also changes the word category๎๎๎ท๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎ท๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎ค๎๎๎
๎๎๎ ๎๎๎๎๎
๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎ค๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ฅ๎๎๎๎๎๎ผ๎๎๎๎๎๎ด๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ท๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ท๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎ท๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎Keywords๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎morphological processAbstrak๎๎๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎bentuk kata tanpa mengubah kelas katanya. Derivasi adalah proses morfologis yang menyebabkan pembentukan kata baru yang berbeda kelas kata dasarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jangkauan ๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎kata dideskripsikan seperti apa adanya. Data diambil dari buku pelajaran bahasa Arab untuk nonarab berjudul ๎ค๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ฅ๎๎๎๎๎๎ผ๎๎๎๎๎ 2007. Temuan menunjukkan ๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎ ๎ค๎๎๎
๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎menandai konsep gramatikal kekalaan, kemodusan, kediatesisan, ketransitifan, kegenderan, dan jumlah pada kelas kata verba, sedangkan pada kelas kata selain 274Metalingua, Vol. 16 No. 2, Desember 2018273โ283 ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎konsep gramatikal gender, jumlah, dan kasus. Sementara itu, pembentukan kata melalui proses derivasi dalam bahasa Arab dilakukan dengan dua cara, yaitu 1 ๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎ ๎ณ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎dilakukan dengan mengubah bentuk dasar ke dalam pola-pola tertentu melalui teknik konjugasi horizontal tashrif istilahy, yaitu dengan cara mengubah vokal-๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎derivasi dalam bahasa Arab dimaksudkan untuk membentuk nomina deverba, verba denomina, dan verba deadjektiva. Kata Kunci๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎1. Pendahuluan๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎linguistis yang sama-sama digunakan dalam kajian morfologi dalam proses pembentukan kata. Bickford et al๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎bahwa morfologi dibagi ke dalam dua kategori ๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎morfologi derivasional. Morfologi derivasional adalah mengambil satu kata dan mengubahnya menjadi kata yang lain, yaitu menciptakan entri-entri leksikal baru. Dalam kasus-kasus yang paling jelas, morfologi derivasional menciptakan suatu kata dari kategori sintaksis ๎๎๎๎๎๎๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎mengubah satu kata menjadi kata yang lain dan tidak pernah mengubah kategori sintaksis, tetapi menghasilkan bentuk lain dari kata yang sama.๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎menyebabkan terbentuknya berbagai bentukan tetapi bentukan itu tidak berakibat pada perubahan kelas kata atau tetap pada kelas kata yang sama. Sementara itu, derivasi adalah proses morfologis yang menyebabkan terbentuknya berbagai kata yang berakibat pada perubahan kelas kata dari ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ญ๎๎๎๎๎perbedaan antara keduanya adalah terletak pada ada atau tidak adanya perubahan kelas kata. Dalam derivasi didaftar berbagai proses pembentukan kata-kata baru dari kata-kata yang sudah ada seperti dari bentuk stem atau dari bentuk dasar. Misalnya dari adjektiva menjadi nomina, seperti happy bahagiaโ menjadi happiness kebahagiaanโ, dari nomina menjadi adjektiva, seperti snow saljuโ menjadi snowy yang bersaljuโ pada frasa the snowy mountain pegunungan yang bersaljuโ atau air udaraโ menjadi airy yang berudaraโ seperti pada frasa the airy space ruangan yang berudaraโ, atau dari verba menjadi adjektiva, seperti to accept menerimaโ menjadi acceptable dapat diterimaโ, dan to care peduliโ menjadi careless lengahโ atau careful hati-hatiโ. ๎ง๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎perubahan bentuk yang terjadi lebih disebabkan oleh adanya hubungan sintaksis dan tidak berakibat pemindahan kelas kata, seperti verba write menulisโ menjadi writes menulisโ untuk orang ketiga tunggal bentuk kala kini, verba wait menungguโ menjadi waited menungguโ lampau, teach mengajarโ menjadi tought mengajarโ lampau, atau adjektiva small๎ ๎ต๎๎๎๎๎๎ถ๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎menjadi smaller lebih kecilโ komparatif, dan smallest paling kecilโ superlatif. ๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎luas dalam bahasa-bahasa fusional, yaitu bahasa yang pembentukan kata-katanya dengan cara ๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎
๎๎๎ ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎bentuk dasarnya sehingga bentuk dasarnya tidak dikenali lagi, seperti bahasa Latin, Sansekerta, Arab, dan Italia lihat Barnard, 2005529. ๎ณ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎
๎๎๎ ๎๎๎dalam bentuk dasarnya itu berfungsi mengubah fungsi gramatikal dari suatu kata atau mengubah ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ค๎ฟ๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎berkenaan dengan kategori persona, jumlah, gender, kala, aspek, kasus, diatesis, dan hal-hal tersebut, berkaitan dengan ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎yaitu 1 menyangkut produktivitas morfologi ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎morfologi derivasional kurang produktif, 2 ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ tajuDin nur inFLeksi Dan Derivasi DaLam ...275biasanya disusun ke dalam suatu paradigma, sedangkan derivasi tidak Baโdulu dan Herman, 200512-13. Akar kata root, dasar, dan stem merupakan terminologi dalam pembentukan kata. Istilah-istilah tersebut digunakan dalam literatur untuk menunjukkan bagian-bagian kata dalam konstruksi morfologi kata. Akar kata adalah suatu bentuk yang tidak dapat dianalisis lebih lanjut menjadi bagian yang lebih kecil, baik ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎maupun morfologi derivasional. Akar kata adalah inti kata yang mengandung makna inti dan menjadi dasar pembentukan kata. Sebagai inti kata, akar kata selalu hadir dalam suatu leksem. Dalam kata untouchables misalnya, akar katanya adalah ๎๎๎๎๎๎ yang pertama kali ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎๎ฑable menjadi ๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ lalu ditambahkan ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ un- menjadi ๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ dan terakhir ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎ฑs menjadi akar kata dalam bahasa Arab berbeda dengan pemahaman akar kata dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Kata-kata dalam bahasa Arab memiliki akar kata disilabis yang ditandai oleh tiga konsonan sebagai inti yang menjadi dasar pembentukan kata sekaligus menjadi pendukung makna kata. Seperti verba kataba menulisโ, akar katanya adalah morfem disilabis tiga konsonan, yaitu {ktb}. Pangkal base adalah morfem yang dapat ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎
๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ dalam bahasa Indonesia yang dapat diperluas menjadi๎ ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎ bertemu, dan tertawa. Stem adalah morfem atau kata yang menjadi dasar bagi terbentuknya kata-kata yang lain. Bedanya adalah bahwa pangkal merupakan satuan morfem yang belum dapat diujarkan sebagai satuan bermakna, sedangkan stem adalah satuan kata yang dapat diujarkan sebagai satuan yang bermakna. Seperti verba kataba dia menulisโ adalah sebuah stem lampau yang dapat diujarkan sebagai satuan yang bermakna dan menjadi dasar bagi pembentukan bentuk-bentuk lain, seperti ๎๎๎๎๎
๎๎ dia berdua menulisโ, ๎๎๎๎๎
๎ mereka menulisโ, katabtu saya menulisโ, dan seterusnya. Sebagai sebuah stem lampau, verba kataba dia menulisโ memiliki bentuk pangkal {katab-} menulisโ, bentuk akar {ktb๎ ๎ ๎ต๎๎๎๎๎๎ถ๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎a} dia laki-laki seorangโ, sebagai penanda subjek. ๎ฅ๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎ฅ๎๎ถ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎ซ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎bentuk bebas minimum, yaitu satuan terkecil yang dapat membentuk ujaran lengkap, seperti possibility adalah kata, possible juga kata, ๎๎๎๎๎๎๎๎ฑity๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎ถ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฎ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎adalah satuan terkecil dalam sintaksis yang berasal dari leksem yang telah mengalami proses morfologis, seperti membeli adalah kata, membelikan๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฑ๎๎๎๎ bukanlah ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎ ๎ฅ๎๎๎
๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎kata, leksem adalah satuan leksikal dasar yang ๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎
๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎ฎ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎kataba menulisโ lampau, yaktubu menulisโ nonlampau, ๎ฆ๎๎๎๎๎
tulislahโ imperatif adalah bentuk-bentuk kata yang berasal dari leksem kataba karena dalam tradisi gramatika bahasa Arab verba bentuk lampau merupakan bentukan awal, kemudian berubah menjadi bentukan lain, seperti nonlampau. Demikian juga, verba kataba dia menulisโ tunggal berubah berdasarkan jumlahnya menjadi ๎๎๎๎๎
๎๎dia berdua menulisโ dual, ๎๎๎๎๎
๎ mereka menulisโ plural adalah bentuk-bentuk kata yang berasal dari leksem kataba. Verba ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎, ๎๎๎
๎๎๎๎๎dibelikan, dan terbeli dalam bahasa Indonesia adalah bentuk-bentuk kata yang berasal dari leksem beli. Bahasa Arab adalah bahasa yang produktif dalam pembentukan kosakatanya ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎itu dimaksudkan untuk menandai konsep gramatikal kekalaan, kemodusan, kedeatesisan, ketransitifan, kegenderan, dan jumlah pada kelas kata verba, sedangkan kelas kata selain verba, seperti nomina, ajektiva, dan partikel, ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎gramatikal gender, jumlah, dan kasus. Masalah penelitian yang dikaji adalah 1 bagaimana pembentukan kata dalam bahasa ๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎pembentukan kata dalam bahasa Arab melalui proses ini bertujuan untuk membahas ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎derivasi. Setiap proses ada mekanisme yang digunakan. Jadi, tujuan dalam bahasan ini adalah 1 mengkaji pembentukan kata dalam bahasa 276Metalingua, Vol. 16 No. 2, Desember 2018273โ283 ๎ค๎๎๎
๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎pembentukan kata dalam bahasa Arab melalui peoses derivasi. Penelaahan ini membedah pembentukan ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎bahasa Arab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jangkauan waktu yang bersifat sinkronis. ๎ค๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎proses pembentukan kata dideskripsikan seperti ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฎ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฐ๎๎๎๎๎๎yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode distribusional oleh Sudaryanto 1993, yaitu metode analisis bahasa yang penentunya ada di dalam dan merupakan bagian dari bahasa yang diteliti. Dengan demikian, penganalisisannya memberikan keabsahan secara linguistik. Metode distribusional memiliki teknik dasar, yaitu teknik bagi unsur langsung BUL, yaitu teknik analisis data dengan cara membagi suatu konstruksi satuan lingual menjadi beberapa bagian atau unsur. Adapun teknik lanjutan yang digunakannya adalah teknik urai unsur terkecil, yaitu mengurai suatu satuan lingual tertentu atas unsur-unsur terkecilnya. Dalam hal ini satuan kata diurai menjadi satuan-satuan bermakna yang lebih kecil hingga tidak dapat dibagi lagi untuk memilah mana satuan dasar dan mana satuan ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ง๎๎๎๎diambil dari buku pelajaran bahasa Arab untuk nonarab yang berjudul ๎ค๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎ฅ๎๎๎๎๎๎ผ๎๎๎๎๎ 2007. Analisis dilakukan dengan cara ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎akibat perubahan kala, persona/subjek, gender, jumlah, diatesis, dan modus. 2. Kajian TeoriDengan mengetahui pola-pola tata kerja yang berlaku dalam proses pembentukan kata, kajian morfologi dalam suatu bahasa akan melibatkan ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎Dari kajian pola-pola tata kerja inilah didapati ๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฅ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ค๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎bentuk kata yang baru dari leksem dasarnya, ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎menghasilkan leksem baru dari leksem dasar. Misalnya kata ๎๎๎๎๎๎๎ dapat dianalisis atas ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎re-, sebuah akar ๎๎๎๎, dan sebuah ๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎s๎๎ ๎ณ๎๎๎ฟ๎๎๎ re- membentuk leksem baru ๎๎๎๎๎๎ dari bentuk dasar ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎-s membentuk kata yang lain dari leksem ๎๎๎๎๎๎. ๎ญ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎re- bersifat derivasional, sedangkan ๎๎๎ฟ๎๎๎๎s๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎Artikel ini mencoba menerapkan konsep ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎dalam bahasa Arab menurut pandangan teori ๎ถ๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎kesentralan kata karena morfem bukan satuan lingual yang otonom melainkan hanya suatu momen a dependent feature yang identitasnya baru diketahui dalam hubungannya dengan kata secara keseluruhan. Kata dan proses morfologis kaidah atau pola pembentukan kata secara sinkronis merupakan dua konsep utama dalam ancangan seperti ini. Dengan ancangan ini, kata dipakai sebagai dasar bersama dengan kata-kata lain yang tersusun di dalam suatu paradigma tertentu dan oleh karenanya perbedaan kategori kata dapat digambarkan secara lebih kategori itu terkait dengan pembentukan kata secara derivasional dan ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ถ๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฑ๎๎๎๎sebagai berikut1 pembentukan derivasional termasuk jenis kata yang sama dengan kata tunggal dari suatu sistem jenis kata,๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎dapat,๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎luas, dan5 pembentukan derivasional dapat dijadikan dasar bagi pembentukan berikutnya, ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎bisa.๎ค๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎ ๎ถ๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎menyimpulkan bahwa dalam setiap proses ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ tajuDin nur inFLeksi Dan Derivasi DaLam ...277๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎keteraturan gramatika di dalam paradigma ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฆ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎dalam paradigma yang Hasil dan Pembahasan ๎๎๎๎๎๎ค๎ฟ๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎ ๎ค๎ฟ๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎น๎๎๎
๎๎Verba dalam bahasa Arab berkonjugasi berdasarkan kala lampau, nonlampau, dan imperatif, berdasarkan jumlah tunggal, dual, dan plural, berdasarkan gender maskulin dan feminin, berdasarkan diatesis aktif dan pasif, dan berdasarkan modus indikatif, sujungtif, jusif, dan energetik. Berbagai konjugasi tersebut ditandai atau dinyatakan melalui ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎akibat perubahan gender dari maskulin menjadi feminin pada verba kala lampau dan verba kala kini pada contoh berikut.1a ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎
a๎๎ kala lampau/subjek tunggal maskulin muhammad menulis Muhammad menulis.โ1b Zaynab katabat. kala lampau/subjek tunggal feminin zainab menulis Zainab menulis.โ2a ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎ yaktubu. kala kini/subjek tunggal maskulin muhammad menulis Muhammad menulis.โ2b Zaynab taktubu. kala kini/subjek tungal feminin zainab menulis Zainab menulis.โPada contoh 1a verba lampau kataba menulisโ berubah menjadi katabat menulisโ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎ ๎ณ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎penanda subjek tunggal maskulin {-a} menjadi ๎๎๎
๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฑat๎ ๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎terhadap subjek yang sebelumnya maskulin ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎ menjadi feminin Zaynab. Demikian juga pada verba kala kini yaktubu menulisโ berubah menjadi taktubu menulisโ; perubahan ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎ya-} menjadi {ta-} sebagai bentuk penyesuaian terhadap subjek maskulin Muhammad menjadi subjek feminin Zainab. ๎ฅ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎jumlah pada verba sebagai bentuk penyesuaian verba dengan subjeknya yang berjumlah tunggal, dual, dan plural. 3a ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎
a. kala lampau subjek tunggal maskulin muhammad menulis Muhammad menulis.โ3b ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎
ฤ๎๎kala lampau subjek dual maskulin muhammad dan ali menulis Muhammad dan Ali menulis.โ3c ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎ค๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎ฎ๎๎๎ฏ๎๎ ๎๎๎๎๎
ลซ. kala lampau subjek plural maskulin muhammad dan ali dan karim menulis Muhammad, Ali, dan Karim menulis.โBandingkan contoh 3a, 3b, dan 3c dengan contoh 3d, 3e, dan 3f berikut.3d Zaynab katabat. kala lampau/subjek tunggal feminin zainab menulis Zainab menulis.โ3e ๎ฝ๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ฉ๎๎๎๎๎๎ katabatฤ๎๎kala lampau/subjek dual feminin zainab dan fatimah menulis Zainab dan Fatimah menulis.โ3f ๎ฝ๎๎๎๎๎
๎ ๎๎๎ ๎ฉ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎ซ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎
na. kala lampau/subjek plural feminin zainab dan fatimah dan hindun menulis Zainab, Fatimah, dan Hindun menulis.โVerba kataba menulisโ pada contoh di atas ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎subjeknya yang berjumlah tunggal maskulin kataba pada 3a, dual maskulin ๎๎๎๎๎
๎ pada b, dan plural maskulin ๎๎๎๎๎
๎ pada 3c. Perubahan ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎penanda subjek pada verba lampau {-a} untuk subjek tunggal maskulin, menjadi {-ฤ} untuk subjek dual maskulin dan {-ลซ} untuk subjek plural maskulin. Demikian juga pada contoh 3d katabat untuk subjek orang ketiga tunggal feminin menjadi 3e katabatฤ untuk orang ketiga dual feminin dan 3f katabna untuk ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎dan {-na}. ๎ฅ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎pada verba nonlampau kala kini berdasarkan perubahan jumlah subjeknya yang maskulin dari tunggal menjadi dual dan plural. 278Metalingua, Vol. 16 No. 2, Desember 2018273โ283 4a ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎. kala kini/subjek tunggal maskulin muhammad menulis Muhammad menulis.โ4b ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
ฤni๎๎ kala kini/subjek dual maskulin muhammad dan ali menulis Muhammad dan Ali menulis.โ4c ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎ฏ๎๎๎๎๎๎๎๎
ลซna. kala kini/subjek plural maskulin muhammad dan ali dan karim menulis Muhammad, Ali, dan Karim menulis.โPada contoh 4a verba yaktubu menulisโ kala kini dengan subjek tunggal ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎ berubah menjadi yaktubฤni menulisโ pada 4b karena subjeknya dual, yaitu ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎ dan Aly dan berubah lagi menjadi ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ menulisโ pada 4c karena subjeknya jamak, yaitu ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎, Aly, dan ๎ฎ๎๎๎ฏ๎. Perubahan itu ๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎merupakan bentuk penyesuaian verba sebagai ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎{-ฤni๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎ลซna} untuk subjek plural/jamak. Bandingkan ketiga contoh di atas, yaitu 4a, 4b, dan 4c dengan contoh 4d, 4e, dan 4f berikut. 4d Zaybnab taktubu. kala kini/subjek tunggal feminin zainab menulis Zainab menulis.โ4e ๎ฝ๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ฉ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
ฤni๎๎๎kala kini/subjek dual feminin zainab dan fatimah menulis Zainab dan Fatimah menulis.โ4f ๎ฝ๎๎๎๎๎
๎ ๎๎๎๎ฉ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ซ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
na. kala kini/subjek plural feminin zainab dan fatimah dan hindun menulis Zainab, Fatimah, dan Hindun menulis.โJika subjek contoh 4a, 4b, dan 4c adalah maskulin, subjek pada contoh 4d, 4e, dan 4f adalah feminin. Akibatnya adalah verba sebagai predikat harus menyesuaikan dengan subjeknya yang feminin menjadi taktubu menulisโ tunggal, ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ menulisโ dual, dan yaktubna menulisโ plural. Perubahan dari ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎ya-} untuk ๎๎๎
๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎ta-} untuk ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎ya-} untuk subjek plural. ๎ณ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎gender dan jumlah pada kelas kata verba dalam bahasa Arab, baik verba kala lampau, verba kala kini, dan verba imperatif dapat dilihat dalam Tabel 1 berikut. ๎ท๎๎
๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎น๎๎๎
๎๎๎ฅ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ญ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ช๎๎๎๎๎๎pada Verba kataba menulisโSubjek PronominaPersonaVerba Kala Lampau๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎ฟ๎๎Verba Kala Kini๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎ฟ๎๎Verba Imperatif๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎ฟ๎๎3mt huwa kataba{-a}yaktubu {ya-u}- -3md ๎๎๎๎ katabฤ{-ฤ}yaktubฤni {ya-ฤni}- -3mp hum katabลซ{-ลซ}yaktubลซna {ya-ลซna}- -3ft hiya katabat {-at}taktubu {ta-u}- -3fd ๎๎๎๎ katabatฤ {-atฤ}taktubฤni {ta-ฤni}- -3fp hunna katabna {-na}yaktubna {ya-na} - -2mt anta katabta {-ta}taktubu {ta-u}uktub {u-รธ}2md ๎๎๎๎๎๎ katabtumฤ {-tumฤ}taktubฤni {ta-ฤni}uktubฤ{u-ฤ}2mp antum katabtum {-tum}taktubลซna {ta-ลซna}uktubลซ{u-ลซ}2ft anti katabti {-ti}taktubฤซna {ta-ฤซna}uktubฤซ{u-ฤซ}2fd ๎๎๎๎๎๎ katabtumฤ {-tumฤ}taktubฤni {ta-ฤni}uktubฤ{u-ฤ}2fp antunna katabtunna {-tunna}taktubna {ta-na}uktubna {u-na}1mt/1ft ๎๎๎ katabtu {-tu }aktubu {a-u}- -1mp/1fp nahnu katabnฤ {-nฤ}naktubu {na-u}- -Keterangan m = maskulin p = pluralf = feminin Contoh 3mt = orang ketiga maskulin tunggalt = tunggald = dual tajuDin nur inFLeksi Dan Derivasi DaLam ...279Tabel di atas menjelaskan paradigma ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎berubah menjadi kala kini dan bentuk imperatif, yaitu kataba โ yaktubu โ uktub. Setiap bentuk kala tersebut berubah secara paradigmatis ke arah menurun sebagai bentuk penyesuaian verba terhadap subjek/pronomina persona orang ketiga, kedua, dan pertama, jumlah tunggal, dual, dan plural, dan gendernya maskulin dan feminin, yang semuanya menjadi empat belas bentuk. Ini mengindikasikan bahwa verba bahasa Arab secara inhern mengandung subjek atau pelaku verba yang ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎lihat Tabel 1. Artinya adalah verba dalam bahasa ๎ค๎๎๎
๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎itu menunjukkan penanda subjek persona, jumlah, dan gender serta kala tenses. Sebagai contoh verba lampau katabลซ mereka laki-laki menulisโ terdiri atas morfem pangkal verba lampau {katab-} menulisโ dan ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎ลซ} mereka laki-lakiโ sebagai ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎ค๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎ลซ} mereka laki-lakiโ memiliki fungsi sebagai ciri verba lampau, menunjukkan persona ketiga, menunjukkan jumlah plural, dan menunjukkan gender maskulin. Contoh lain verba nonlampau yaktubลซna mereka laki-laki menulisโ terdiri atas morfem pangkal kala kini {๎๎๎๎๎
๎} menulisโ, ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎ya-ลซ-} mereka laki-lakiโ sebagai penanda persona ketiga plural, dan ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎} sebagai penanda modus indikatif pernyataan yang bersifat informatif. Selanjutnya, verba imperatif uktub tulislahโ, bentuk pangkalnya sama dengan verba kala kini, yaitu {-๎๎๎๎
๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎รธ๎ ๎๎๎ณ๎๎๎ฟ๎๎๎๎u-} adalah penanda verba imperatif untuk verba triliteral dan morfem zero {-รธ} adalah penanda modus imperatif untuk subjek berjumlah tunggal dengan gender maskulin.๎ค๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎น๎๎๎
๎๎turunan adalah verba yang diturunkan dari verba asal yang umumnya terbentuk dari tiga konsonan triliteral sebagai akar kata menjadi empat konsonan ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ sebagai akar katanya. Seperti verba ๎๎๎๎๎๎๎ ๎ต๎๎๎๎๎๎ถ๎ ๎๎๎
๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎hamzah {a-} menjadi ๎๎๎๎๎๎ mendudukkanโ atau verba karuma๎ ๎ต๎๎๎๎๎๎ถ๎ ๎๎๎
๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎ฑr-} menjadi karrama๎ ๎ต๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎ ๎ฅ๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎hamzah {a๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎ฑr-}, membentuk verba transitif. Seperti contoh berikut.1๎ ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ kala lampau. muhammad duduk Muhammad duduk.โ๎๎๎๎๎๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎a๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎lala lampau. muhammad mendudukkan ayahnya Muhammad mendudukkan ayahnya.โ2๎ ๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ kala lampau. itu-mahasiswa mulia Mahasiswa itu mulia.โ7a ๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎r๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ kala lampau. itu-mahasiswa memuliakan ayahnya Mahasiswa itu memuliakan aahnya.โ๎ถ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎Modus adalah kategori gramatikal verba yang mengungkapkan suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran pembicara atau sikap pembicara atas apa yang dibicarakannya. Untuk menyatakan suasana psikologis perbuatan tersebut, dalam bahasa Arab digunakan peranti morfologis berupa ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎ Modus energetik adalah bentuk modus yang bertujuan untuk memberi penegasan bahwa suatu tindakan atau peristiwa akan dilakukan atau segera terjadi setelah pengujaran. Dikatakan energetik karena dalam pernyataan itu penutur memberikan energi keyakinan dan kepastian kepada mitra tutur, pembaca, atau pendengar akan kesungguhan suatu keadaan atau peristiwa. Perangkat yang digunakan untuk membentuk modus energetik adalah dengan ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ la๎ lam sumpah ๎ต๎๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎nna} benar-benarโ yang disebut dengan nun taukid tsakilah secara bersamaan dalam bentuk kombinasi ๎๎ฟ๎๎๎ ๎la-anna๎ ๎ ๎๎ ๎๎๎๎
๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ yaโlamau dia mengetahuiโ menjadi layaโlamanna sungguh benar-benar ia akan mengetahuiโ atau dengan ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ la- lam sumpah ๎ต๎๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎an} benar-benarโ yang disebut dengan ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎{la-an๎ ๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ dia mengetahuiโ menjadi layaโlaman sungguh benar-benar ia akan mengetahuiโ. 280Metalingua, Vol. 16 No. 2, Desember 2018273โ283 ๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ท๎๎
๎๎๎๎๎berikut.๎ท๎๎
๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ฐ๎๎๎๎๎๎จ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎tawkid tsakilah dan Energetik Ringan tawkid khafฤซfah pada Verba Nonlampau yaโlamu mengetahuiโ Persona Modus Energetik Kuat Modus Energetik RinganTunggal Dual Plural Tunggal Dual Plural3m Layaโlamanna La๎๎๎ถ๎๎๎๎nna Layaโlamunna Layaโlaman-Layaโlamun3f Lataโlamanna La๎๎๎ถ๎๎๎๎nna La๎๎๎ถ๎๎๎๎๎nni Lataโlaman-2m Lataโlamanna La๎๎๎ถ๎๎๎๎nna Lataโlamunna Lataโlaman-Lataโlamun2f Lataโlaminna la๎๎๎ฃญ๎๎๎๎nna La๎๎๎ถ๎๎๎๎๎nni Lataโlamin-1m/f Laโaโlamanna -Lanaโlamanna Laโaโlaman-LanaโlamanKeterangan m = maskulinf = femininContoh 1m/f = orang pertama maskulin/feminin1 ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎. kala kini muhammad menulis itu-pelajaran Muhammad menulis pelajaran itu.โ7b ๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎. kala kini itu-pelajaran ditulis Pelajaran itu ditulis.โ๎ฅ๎๎ ๎ค๎ฟ๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎ฑ๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎adjektiva, dan partikel dimaksudkan untuk menandai konsep gramatikal gender, jumlah, dan kasus. Bahasa Arab mengenal dua gender, yaitu maskulin dan feminin. Secara umum nomina yang bergender maskulin tidak memiliki ๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎ah} atau taโ marbutah, sedangkan nomina bergender feminin adalah nomina yang ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎dengan taโ marbutah. Perhatikan contoh berikut.๎ถ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎konsep gender maskulin-feminin, konsep jumlah tunggal, dual, dan plural, dan konsep modus energetik, seperti telah di bahas di atas, verba ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎perubahan dari bentuk aktif-pasif. Pemasifan dalam bahasa Arab dilakukan dengan mekanisme perubahan internal kata, yaitu dengan mengubah vokal-vokal pada verba aktifnya. Seperti verba lampau aktif kataba menulisโ menjadi kutiba ditulisโ, vokal /a-a/ berubah menjadi /u-i/. Verba nonlampau aktif yaktubu menulisโ menjadi yuktabu ditulisโ, vokal /a-u/ berubah menjadi /u-a/. perhatikan contoh berikut.1๎ ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎. kala lampau muhammad menulis itu-pelajaran Muhammad menulis pelajaran.โ๎๎๎
๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎. kala lampau itu-pelajaran ditulis Pelajaran itu ditulis.โ๎ท๎๎
๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎ฉ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฑ๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎Maskulin Feminin1๎๎๎๎๎๎ pembantuโ ๎ฎ๎๎๎๎๎ah pembantu wanitaโ2ibn anak laki-lakiโ Ibnah anak wanitaโ3๎๎๎ฏ๎ pangeranโ ๎๎๎ฏ๎ah putriโ4๎๎๎๎๎๎ guruโ ๎๎๎๎๎๎ah guru wanitaโ5๎๎๎๎ฏ๎ indahโ ๎๎๎๎ฏ๎ah indahโ๎๎๎๎
๎ฏ๎ besarโ ๎๎๎
๎ฏ๎ah besarโ7๎๎๎๎ฏ๎ muliaโ ๎๎๎๎ฏ๎ah muliaโ๎๎๎๎๎๎๎๎ฏ yangโ ๎ค๎๎๎๎๎ฏ yangโ9๎๎๎๎๎๎๎ ituโ ๎ท๎๎๎๎ ituโ10 ๎๎๎๎๎ iniโ ๎๎๎๎๎๎๎ iniโ tajuDin nur inFLeksi Dan Derivasi DaLam ...281Tabel 3 memperlihatkan kelas kata nomina, adjektiva, dan patikel lain bergender maskulin dan feminin. Jika kita amati, nomina, adjektiva, dan partikel yang bergender feminin berasal dari nomina, adjektiva, dan partikel maskulin ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ah} atau taโ marbutah๎ ๎๎๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎ง๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎berkelas nomina, data 5-7 berkelas adjektiva, ๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎adalah partikel penunjuk. Tidak semua nomina feminin diturunkan dari nomina maskulin, seperti pada contoh-contoh di atas, tetapi banyak juga nomina feminin yang tidak diturunkan dari nomina maskulin. Adapun pemarkah femininnya berupa taโ marbutah secara inhern yang merupakan bagian dari kata itu sendiri, ๎
๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎Perhatikan contoh berikutimraโah wanitaโghurfah kamarโ๎๎๎๎๎๎ tandaโlughah bahasaโ๎๎๎๎ถ๎๎๎๎ sendokโSebaliknya, dalam kelompok nomina maskulin terdapat sejumlah kata yang berdasarkan bentuknya memiliki ciri/pemarkah feminin secara inhern, tetapi referennya adalah benda maskulin, seperti kata-kata yang menunjukkan nama-nama orang. Kata-kata yang demikian, dalam tata bahasa Arab, disebut feminin bentuk kata atau muโ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎, tetapi maknanya tetap maskulin. Perhatikan contoh berikut ๎ซ๎๎๎๎๎ Hamzahโ๎ท๎๎๎๎๎๎ Talhahโ๎ธ๎๎๎๎๎ UsamahโUbaydah Ubaidahโ๎ฎ๎๎๎๎ฏ๎๎๎ khalifahโ๎ซ๎๎๎๎๎๎๎๎ Hudzaifahโ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎ Muโawiyahโ๎๎๎๎ ๎ค๎ฟ๎๎๎๎ค๎ฟ๎๎๎๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฅ๎๎๎๎๎๎Arab Di atas telah disinggung bahwa derivasi adalah proses morfologis yang menyebabkan terbentuknya berbagai kata yang berakibat pada perubahan kelas kata dari kata dasarnya. Bahasa Arab adalah bahasa yang produktif dalam pembentukan kosakatanya dengan menggunakan metode derivasi. Metode derivasi dalam bahasa Arab dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu ๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎ฐ๎๎๎๎๎๎derivasi dengan cara perubahan internal adalah dengan mengubah bentuk dasar ke dalam pola-pola tertentu melalui teknik konjugasi horizontal tashrif istilahy dengan cara mengubah vokal-vokal internal stem. Perhatikan contoh berikut iniTabel 4 Metode Derivasi dengan Cara Perubahan InternalStem VerbaLampau Pola Nomina DeverbaPola Nomina AgentifPola NominaObjektifPola Nomina TemporatifPola Nomina LokatifPola Nomina Instrumenkatabamenulisโ๎๎๎๎๎
๎๎tulisanโ๎๎๎๎๎
penulisโ๎๎๎๎๎๎
yang ditulisโmaktabsaat menulisโmaktabmejaโmiktabalat menulisโfatahamenulisโfathpembukaanโ๎๎๎๎๎pembukaโ๎๎๎๎๎๎yang dibukaโmaftahsaat membukaโmaftahtempat membukaโ ๎๎๎๎๎๎alat mem-buka/kunciโdharabamemukulโdharbpukulanโ๎๎๎๎๎๎
pemukulโ๎๎๎๎๎๎๎
yang dipukulโmadhrabsaat memukulโmadhrabtempat memukulโmidhrabalat memukulโistaghfarameminta ampunโ๎๎๎๎๎๎๎๎๎hal meminta ampunโ๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎orang yg meminta ampunโ mustaghfarorang yg dimintai ampunโmustaghfarsaat meminta ampunโmustaghfartempat meminta ampunโ-๎๎๎๎๎๎๎menerjemahkanโ๎๎๎๎๎๎๎๎penerjemahanโ๎๎๎๎๎๎๎๎penerjemahโ๎๎๎๎๎๎๎๎yang diterjemahkanโ๎๎๎๎๎๎๎๎saat mener-jemahkanโ๎๎๎๎๎๎๎๎tempat menerje-mahkanโ- 282Metalingua, Vol. 16 No. 2, Desember 2018273โ283 Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa dari stem verba lampau melalui mekanisme konjugasi horizontal tashrif istilahy, yaitu dengan mengubah vokal-vokal internal kata yang didasarkan pada pola-pola yang bersistem, stem verba akan berubah menjadi nomina. ๎ฑ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎๎ ๎masdar, nomina agentif isim faโil, nomina objektif isim mafโul, nomina temporatif ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎, nomina lokatif isim makan, dan nomina instrumen isim alat. Pola-pola faโlan atau ๎ฟ๎ถ๎๎๎๎ untuk nomina deverba masdar, pola ๎๎๎ถ๎๎ untuk nomina agentif, pola ๎๎๎๎ถ๎๎ untuk nomina objektif, pola mafโal untuk nomina temporatif dan lokatif, dan pola mifโal untuk nomina instrumen. Seperti dari verba kataba menulisโ berderivasi menjadi kelas nomina deverba nomina masdar dengan pola ๎ฟ๎ถ๎๎๎๎ menjadi ๎๎๎๎๎
๎๎ tulisanโ, dengan pola ๎๎๎ถ๎๎ menjadi ๎๎๎๎๎
๎ penulisโ, dengan pola ๎๎๎๎ถ๎๎ menjadi ๎๎๎๎๎๎
๎ yang ditulisโ, dengan pola mafโal menjadi maktab mejaโ, dan dengan pola mifโal menjadi miktab alat menulisโ. Metode derivasi berikutnya adalah dengan ๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ pada kata dasarnya dengan menggunakan pola istafโala. Seperti verba istaโsada menjadi singaโ terambil dari bentuk dasar nomina asad singaโ, istawthana menjadikan tanah airโ terambil dari bentuk dasar nomina wathan tanah airโ, ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ menjadi batuโ terambil dari bentuk dasar nomina ๎๎๎๎๎ batuโ. Derivasi lainnya dari nomina menjadi verba, seperti menggunakan pola ๎๎๎๎๎ถ๎๎๎๎๎ seperti nomina ๎๎๎๎ฏ๎๎ Amerikaโ menjadi taโamraka bertingkah, seperti Amerikaโ, ๎๎๎๎๎๎๎๎ setanโ menjadi tasyaythana bertingkah seperti setanโ, ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ต๎ฟ๎๎๎๎๎๎ถ๎menjadi tafalsafa๎ ๎ต๎
๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎ ๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎adjektiva menjadi verba menggunakan pola ifโalla, seperti ajektiva ahmaru merahโ menjadi ihmarra memerahโ, adjektiva aswadu hitamโ menjadi iswadda menghitamโ. Derivasi dari adjektiva menjadi verba lainnya menggunakan pola faโโala, seperti ajektiva ๎๎๎๎ฏ๎ baruโ menjadi ๎๎๎๎๎๎๎ meperbaharuiโ, ๎๎๎
๎ฏ๎ besarโ menjadi kabbara membesarkanโ, ๎๎๎๎๎๎ฏ๎ kecilโ menjadi shaghghara mengecilkanโ, dan ๎๎๎๎๎ฏ๎ panjangโ menjadi thawwala memanjangkanโ.4. SimpulanBerdasarkan paparan sebelumnya jelaslah bahwa pembentukan kata dalam bahasa Arab sangat ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎metode derivasi. Pembentukan kata melalui metode ๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎dan gender atau konsep kekalaan, kemodusan, dan ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎บ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎melalui metode derivasi berkaitan erat dengan konsep nomina deverba pembentukan nomina yang berasal dari kata verba, verba denomina pembentukan verba yang berasal dari kata nomina, atau verba deadjektiva pembentukan verba yang berasal dari kata adjektiva. ๎บ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฅ๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎bahasa Arab sama-sama produktif dan sistematis karena dilakukan dengan menggunakan pola-pola shiyag yang sudah ditetapkan dalam gramatika bahasa SaranPenelitian ini dapat dikembangkan lagi, yaitu dalam lingkup pembentukan kata melalui metode ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎nomina yang berkaitan dengan konsep jumlah. ๎ฑ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎ ๎ค๎๎๎
๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎jumlah, yaitu bentuk tunggal menjadi bentuk dual dan bentuk plural. Pembentukan nomina menjadi bentuk ๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎ ๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎pada bentuk tunggalnya. Pembentukan pada nomina jamak pembentukannya ada yang beraturan dan ada yang tidak beraturan. Baik pembentukan nomina jamak beraturan ataupun tidak beraturan ๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎ฟ๎๎๎๎๎ฟ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ditetapkan. Demikian juga adjektiva sebagai atributif ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎mengikuti perubahan nomina sebagai unsur intinya. Bahasan-bahasan tersebut tentu saja menarik untuk dikaji lebih lanjut dalam topik bahasan yang lain ๎๎๎๎๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎atau adjektiva dalam konsep jumlah dalam gramatika bahasa Arab. tajuDin nur inFLeksi Dan Derivasi DaLam ...283Daftar PustakaAl-Fauzan et al. 2007. ๎ค๎๎๎ค๎๎๎
๎๎๎๎๎๎ ๎ฅ๎๎๎๎๎ ๎ผ๎๎๎๎๎. Riyadh Al-Mamlakah Al-Arabiyyah As-Suโ Abdul Muis dan Herman. 2005. ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎. Jakarta Rineka Cipta. Barnard, Roger. 2005. ๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ Dalam Encyclopedia of Linguistics editor Philipp ๎ถ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฑ๎๎๎๎ผ๎๎๎๎๎๎ฉ๎๎๎๎๎๎๎๎ง๎๎๎๎
๎๎๎๎Bickford, J. Albert et al. 1991. A Course in Basic Grammatical Analysis. Tucson USA Summer Institute of Linguistics. Brinton, laurel J. 2000. ๎ท๎๎๎ ๎ถ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎ ๎ฐ๎๎๎๎๎๎ ๎จ๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ค๎ ๎ฏ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎. Amsterdam John Benjamins.๎ฎ๎๎๎๎๎๎๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ค๎๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ท๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฏ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎. Beirut Librairie du Liban. ๎ฎ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ซ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎๎ฏ๎๎๎๎๎๎๎๎๎. Jakarta Gramedia Pustaka Prima. ๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฌ๎๎๎ ๎ฅ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎๎๎ ๎ฎ๎๎๎๎๎๎ ๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฅ๎๎๎๎๎๎ ๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎. Bandung ๎ต๎๎ฟ๎๎๎๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎
๎๎๎๎๎๎๎จ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ง๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฎ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฐ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ฅ๎๎๎๎๎๎๎ฌ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ด๎๎ง๎๎๎๎๎๎ณ๎ฌ๎ฅ๎ถ๎ฌ๎๎น๎ฌ๎ฌ๎๎๎ผ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ธ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ท๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎Sudaryanto. 1993๎๎ ๎ฐ๎๎๎๎๎๎ ๎๎๎๎ ๎ค๎๎๎๎๎ ๎ท๎๎๎๎๎๎ ๎ค๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ฅ๎๎๎๎๎๎๎ ๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ ๎ณ๎๎๎๎๎๎๎๎๎ Wahana ๎ฎ๎๎
๎๎๎๎๎๎๎๎๎ถ๎๎๎๎๎๎๎ฏ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ผ๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎๎ง๎๎๎๎๎บ๎๎๎๎๎๎๎ ... Sedangkan afiks pembentuk fi'il dalam bahasa Arab adalah hamzah-, ista-, in-, ta-alif, tasydid, -alif-, dan tatasydid Nur 2010. e. Dasar Pembentukan Kata Benda Pola pembentukan kata benda isim dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan cara mendistribusikan afiks-afiks tersebut pada kata yang memiliki dasar nomina, verba, adjektiva, dan bilangan Nur 2019. Sehingga tampak jelas benang merah yang menghubungkan keduanya, meskipun alat pembentukannya berbeda. ...... Isim dibagi dalam beberapa bentuk, di antaranya; isim fa 'il, isim maf'ul, isim zaman, isim makan, isim alat, isim tafdhil, isim marrah, isim haeah, isim maushul, isim dhomir, dan tashgir Smrลพ 2007. Setiap pembagian tersebut memiliki bentuk yang berbeda-beda dengan fungsi yang bervariasi pula Nur 2019. Klasifikasi seperti inilah yang tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia, karena memang bahasa Indonesia kekurangan kata istilah dan lebih mengutamakan kata keterangan atau adverbial. ...Ruslan RuslanNajamuddin Abd SafaMuhammad Fihris KhalikMuhammad Alqadri BurgaTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan bentuk dan makna derivasi dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian pustaka. Sumber utama yang digunakan adalah kata dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia dari beberapa buku morfologi dan sharaf, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran morfologi, terdapat persamaan pada titik penempatan prefiks, infiks, dan sufiksnya. Sedangkan pada ranah penggunaan konfiks atau klofiks keduanya mempunyai aturan masing-masing. Letak perbedaan keduanya bisa dilihat pada penempatan morfem afiks pada stemnya. Sedangkan pada tataran semantik, kehadiran afiksasi dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia yang berpengaruh pada perubahan dan peningkatan makna yang disebabkan empat hal; 1 adanya afiks yang melekat pada kata dasar; 2 pengaruh gramatikal; 3 proses analogi; dan 4 pengaruh kontekstual. Keempat faktor tersebut menjadi dasar pendistribusian makna baru, sekaligus menjadi indikator utama yang menghubungkan antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia secara derivatif.... Pembahasan mengenai pembentukan kata secara derivasional dan infleksional telah banyak dilakukan. Pembentukan morfologis bA telah diteliti oleh Nur 2018 yang mengklasifikasikan pembentukan morfologis bA serta peruntukannya, Hanif 2012 yang memberikan hubungan morfologis dengan pengajaran bahasa, Fatoni 2013 menganalisis pembentukan kata dari akar kata k, t, dan b. Kajian pembentukan morfologi bIng juga telah diteliti oleh Rozelin 2011 dan Priyanto 2010 yang menggambarkan pembentukan kata dalam bIng secara derivasional dan infleksional. ...Ahmad Khoironi AriantoTujuan utama penelitian ini adalah membandingkan pembentukan kata antara bahasa Inggris dan bahasa Arab. Setiap bahasa yang dianalisis akan dijabarkan pembentukan kata menurut proses Infleksional dan derivasional. Sumber data bahasa Arab diambil dari buku durusul lughoh alแธarobiyyah jilid 1โ3 dan Alquran, sedangkan sumber data bahasa Inggris didapatkan dari kamus bahasa Inggris. Data penelitian berupa kosakata di dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris yang mengalami perubahan bentuk sesuai dengan proses infleksional dan derivasional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan dalam proses pembentukan morfologis bahasa Inggris dan bahasa Arab. Persamaannya terdapat dalam proses pembentukan kata secara infleksional yang terdiri atas afiksasi, nonafiksasi, dan bentuk tetap; sedangkan perbedaannya terlihat pada proses derivasional. Derivasional pada bahasa Inggris meliputi afiksasi, nonafiksasi, dan bentuk tetap, sedangkan derivasional dalam bahasa Arab hanya terjadi pada proses afiksasi. Himatul IstiqomahThis study not only aims to discribe derivation of the word doa, but also composition of doa. For this purpose, researcher uses qualitative descriptive method with morphological analysis. The result shows that the word doa in Surah al-Baqarah 186 is mentioned three times with derivation form ????; gerund = praying, ?????; subject = prayer, dan ???; past verb = prayed. In addition, there are two things in the composition of doa, namely istijabah ?????????? ?? = hard work and iman ???????? ?? = confidence. So, whoever want to be responded by God, he must do both of those things. Indeed, since someone prayed to God, from that time God also began to respond to his J. Brinton Donna BrintonThis text is for advanced undergraduate and graduate students interested in contemporary English, especially those whose primary area of interest is English as a second language, primary or secondary-school education, English stylistics, theoretical and applied linguistics, or speech pathology. The emphasis is on empirical facts of English rather than any particular theory of linguistics; the text does not assume any background in language or linguistics. In this newly revised edition numerous example sentences are taken from the Corpus of Contemporary American English. A full glossary of key terms, an additional chapter on pedagogy and new sections on cognitive semantics and politeness have been added. Other changes include completely updated print references; web links to sites of special interest and relevance; and a revised, reader-friendly layout. A companion website that includes a complete workbook with self-testing exercises and a comprehensive list of web links accompanies the book. The website can be found at the following address Students completing the text and workbook will acquire a knowledge of the sound system of contemporary English; an understanding of the formation of English words; a comprehension of the structure of both simple and complex sentence in English; a recognition of complexities in the expression of meaning; an understanding of the context and function of use upon the structure of the language; and an appreciation of the importance of linguistic knowledge to the teaching of English to first and second-language and Derivation. Dalam Encyclopedia of Linguistics editor Philipp StraznyRoger BarnardBarnard, Roger. 2005. Inlection and Derivation. Dalam Encyclopedia of Linguistics editor Philipp Strazny. New York Fitzroy Course in Basic Grammatical AnalysisJ BickfordAlbertBickford, J. Albert et al. 1991. A Course in Basic Grammatical Analysis. Tucson USA Summer Institute of Dictionary of Theoretical LinguisticsMuhammad Ali KhuliAlKhuli, Muhammad Ali Al-. 1982. A Dictionary of Theoretical Linguistics. Beirut Librairie du Morfologi Bentuk Derivasional dan InleksionalIda PutrayasaBagusPutrayasa, Ida Bagus. 2008. Kajian Morfologi Bentuk Derivasional dan Inleksional. Bandung Reika dan Derivasi Kemungkinan Penerapannya dalam Pemerian Morfologi Bahasa IndonesiaEdi SubrotoSubroto, Edi. 1985. "Inleksi dan Derivasi Kemungkinan Penerapannya dalam Pemerian Morfologi Bahasa Indonesia" Dalam PIBSI VII. Yogyakarta Universitas Sarjanawiyata dan Aneka Teknik Analisis Bahasa Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara LinguistikSudaryantoSudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistik. Yogyakarta Duta Wacana.
Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu melihat benda-benda yang ada di sekitar. Benda-benda tersebut tentunya memiliki bentuk seperti jam yang berbentuk lingkaran, bola yang berbentuk bulat, lemari yang berbentuk balok, gelas yang berbentuk silinder, timun yang berbentuk lonjong, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana nama-nama bentuk tersebut dalam bahasa Arab? Apa bahasa Arabnya persegi? Apa bahasa Arabnya lingkaran? Apa bahasa arabnya persegi panjang? Apa bahasa Arabnya segitiga? Mari kita pelajari nama-nama bentuk dalam bahasa Arab. sumber gambar wikimedia common Berikut adalah nama-nama bentuk dalam bahasa Arab yang berupa bangun datar dan bangun ruang beserta artinya dan transliterasinya. mari kita pelajari bersama-sama! ArtiTransliterasi Mufradat persegimurabbiunู
ูุฑูุจููุน persegi panjangmustaแนญฤซlunู
ูุณูุชูุทููู segitigamuแนกallaแนกunู
ูุซููููุซ lingkarandฤiratunุฏูุงุฆูุฑูุฉ silinderusแนญuwฤnatunุฃูุณูุทูููุงููุฉู kubusmukaabunู
ูููุนููุจู balokmutawฤzฤซ mustaแนญฤซlฤแนญู
ุชูุงุฒู ู
ุณุชุทููุงุช kerucutmakhrลซแนญunู
ูุฎูุฑูููุทู limasharamunููุฑูู
ู bulatkurawiyyunููุฑูููููู belah ketupatmuayyanunู
ูุนูููููู jajar genjangmutawฤzฤซ aแธlฤู
ูุชูููุงุฒูููู ุฃุถูุงุน oval, lonjongbayแธawiyุจูููุถูููู trapesiumSyibhu munแธฅarifunุดุจู ู
ูุญุฑู Demikianlah bahasa Arab bentuk yang berupa bangun datar dan bangun ruang disertai terjemahannya dan transliterasinya. Sekarang penguasaan kosakata kalian jadi lebih bertambah .
Bahasa adalah media penyampaian pesan yang dipakai manusia dalam bentuk bahasa tulisan dan bahasa lisan. Bahasa Arab kini menjadi bahasa yang menarik dipelajari karena berbagai keunikan dan kelebihan yang dimilikinya. Bahasa Arab adalah bahasa yang banyak digunakan di Timur Tengah dan memiliki potensi yang cukup besar jika melihat aspek ekonomi negara di Timur Tengah seperti Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Dengan belajar bahasa Arab, maka peluang karir dan investasi pun akan semakin terbuka lebar. Namun mempelajari bahasa Arab bukanlah suatu hal yang mudah, kamu bisa mulai berkonsultasi dengan tutor terbaik Lister dengan bergabung di Kelas Bahasa Arab sekarang! Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu1. Satuan bunyi yang disebut โhurufโ atau โabjadโ.Contoh ู
โ ุณ โ ุฌ โ ุฏ2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut โkataโ.Contoh ู
ูุณูุฌูุฏู = masjid3. Rangkaian kata yang mengandung maksud atau pikiran yang utuh yang disebut โkalimatโ.Contoh ุฃูุตูููููู ููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู = saya shalat di masjid Pengertian Tata Bahasa Arab Dalam tata bahasa Arab, โkataโ dibagi ke dalam tiga golongan besar1. ISIM ุงูุณูู
atau โkata bendaโ. Contoh ู
ูุณูุฌูุฏ = masjid2. FIโIL ููุนูู atau โkata kerjaโ. Contoh ุฃูุตูููููู = saya shalat3. HARF ุญูุฑูู atau โkata tugasโ. Contoh ูููู = di, dalam Perlu diingat bahwa istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas seperti yang kita kenal dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan pengertian Isim, Fiโil dan Harf dalam tata bahasa Arab. Struktur Kalimat Bahasa Arab Pengenalan struktur kalimat ini penting untuk memahami gagasan yang terkandung dalam kalimat tersebut. Dalam bahasa Arab ada dua pola kalimat dasar, yaitu Jumlah kalimat ismiyyah Jumlah Ismiyyah terdiri dari mubtadaโ adalah pokok kalimat yang umumnya berupa kata benda isim dan khabar , bisa berupa isim, fiโil jumlah fiโliyyah , jumlah ismiyyah atau syibh al-jumlah , yakni jar majrur atau zarf sebagai penjelas mubtadaโ . Contoh 1-ุญุณุงู ู
ุฏุฑุณ ุ ูู ุนุงูู
2-ุญุณุงู ูุฏุฑุณ ุงููุบุฉ ุงูุนุฑุจูุฉ3- ุญุณุงู ูู ุงูุจูุช ุ ูู ุฃู
ุงู
ุงูุชููุฒููู Perlu diketahui, struktur Jumlah Ismiyyah tidak selalu diawali oleh mubtadaโ , bahkan jika mubtadaโ tidak berupa isim maโrifat maka jumlah tersebut pada umumnya diawali oleh khabar , yaitu jika mubtadaโ nya berupa isim nakirah dan khabarnya berupa jar majrur atau zarf. Misalnya ูู ุงูู
ุณุฌุฏ ู
ุณูู
ูู ุ ุนูู ุงูู
ูุจุฑ ุฎุทูุจ Di dalam masjid ada orang-orang Islam di atas mimbar ada seorang khatibูู ุงูุจูุช ุถููู ุ ูู ุงูุบุฑูุฉ ุฃููุงุฏ Di rumah ada tamu-tamu Di dalam kamar ada anak-anak Jumlah fiโliyyah Jumlah fiโliyyah adalah kalimat yang diawali dengan kata kerja, baik berupa fiโil madli mudlariโ maupun fiโil amar, misalnya ูุฏุฑุณ ุญุณุงู ุงูุนุฑุจูุฉ ู
ุฑุชูู ูู ูู ุฃุณุจูุน Hassan mengajar bahasa Arab dua kali setiap mingguูุฑุฃ ูุฑูุฏ ุงููุชุงุจ ูุจู ุงูุฐูุงุจ ุฅูู ุงูุฌุงู
ุนุฉ Farid telah membaca buku sebelum berangkat ke kampusุฎุงูููู ุงููุงุณ ุจุฎูู ุญุณู Bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik 13 Jenis Tata Bahasa Arab Ilmu Nahwu Ilmu yang menerangkan hukum huruf, kata, dan kalimat bahasa Arab. Namun, inti dari ilmu nahwu terletak pada pembahasan Iโrob perubahan harakat di akhir huruf. Pembahasan ini menjadi sangat penting karena berhubungan dengan dampak yang dihasilkan jika salah menentukan bunyi akhir huruf pada suatu kata. Contoh ุฐูููุจูุชู ุฅูููู ุงูู
ูุณูุฌูุฏู artinya saya sudah pergi ke masjid, nah perhatikan kata ุงูู
ูุณูุฌูุฏู yang dibaca al-masjidi. Dari contoh itu dapat dilihat bahwa ilmu nahwu mengatur bagaimana bacaan akhir huruf dari suatu kosakata. Ilmu Sharaf Ilmu yang membahas perubahan bentuk seluruh huruf pada suatu kata, atau membicarakan asal bentuk kata masdar dari masdar kita akan mengetahui bagaimana perubahan bentuk suatu kata kerja dari bentuk lampau, sedang-akan, dan perintah, perubahan bentuk kata kerja ke kata benda, dan juga perubahan bentuk kata kerja sesuai pelaku dari perbuatan dan ini tergantung dari wazan asal kata tsb. Inti dari sharaf adalah tashrif perubahan bentuk kata. Contoh Ilmu Lughah Ilmu yang menguraikan kata-kata lafadz Arab bersamaan dengan maknanya. Ilmu yang juga digunakan sebagai pondasi dalam membuat pidato, surat menyurat, dan lainnya. Ilmu Arudh Ilmu yang bertujuan untuk mengetahui benar dan tidaknya sebuah wazan syiโir, serta perubahan wazan syiโir dari beberapa zihaf atau illat. Ilmu Khat Ilmu yang membahas tentang bagaimana menulis tulisan Arab yang indah dan mempunyai nilai seni yang tinggi ilmu khat juga menjelaskan tentang bentuk huruf dan cara merangkaikannya, termasuk bentuk halus kasarnya dan seni menulis dengan Ilmu Insyaโ Ilmu bahasa Arab yang mengajarkan tentang dunia mengarang seperti dalam membuat surat, buku, pidato, cerita artikel, features dan yang berhubungan dengan dunia kepenulisan maupun mengarang. Ilmu Qawafi Ilmu yang mempelajari tentang aturan kata pada akhir bait syaโir Multazim. Ilmu Isytiqaq Secara etimologi, kata ุงูุฅุดุชูุงู ialah bentuk infinitive mashadar dari kata ุฅุดุชู โ ูุดุชู yang berarti โmemperoleh, mengasal atau mengambilโ. Maโluf mencontohkan kata ุฅุดุชู yaitu ุฃุดุชู ุงูููู
ุฉ ู
ู ุงูููู
ุฉ โmemperoleh kata dari kata yang lainโ. Sehingga Ilmu Isytiqaq adalah ilmu yang mempelajari pembentukan kata dari kata yang lain dengan berbagai perubahan, namun tetap memiliki hubungan makna. Contoh Akar kata ุถุฑุจ /daraba/ bisa di bentuk kata-kata berikut ุถุงุฑุจ /dรขrib-un/ โpemukulโ, ู
ุถุฑูุจ /madrรปb-un/ โyang dipukulโ, ู
ุถุฑุจ /midrab-un/ โalat pemukulโ, ุงุถุฑุจ /idrib/ โpukullahโ, ูุง ุชุถุฑุจ /lรข tadrib/ โjangan pukulโ. Dari contoh di atas, bisa dilihat bahwa meskipun kata pukul dibuat memiliki beragam bentuk namun mereka memiliki hubungan satu makna yaitu melalui kata โpukulโ. Ilmu Qordhus Syiโri Ilmu yang digunakan untuk mendalami karangan yang berirama lirik, dengan tekanan suara yang tertentu, biasa digunakan untuk menghafal syair. Ilmu Mukhadarat Ilmu yang membahas berbagai cara memperdalam suatu persoalan, untuk diperdebatkan didepan majlis, untu menambah keterampilan berargumentasi, mahir bertutur dan terampil mengungkapkan cerita. Ilmu Bayan Ilmu yang menjelaskan beberapa peraturan dan kaedah untuk mengetahui makna yang terkandung dalam kalimat. Ilmu Badiโ Ilmu yang menjelaskan tentang keindahan suatu kata. Ilmu ini juga memberikan pengetahuan tentang seni sastra. Ilmu Maโani Ilmu yang digunakan untuk mengetahui Iโjaz Al-Quran, keindahan sastra Al-Quran yang tiada taranya. Contoh Kalimat Tata Bahasa Arab Jika kamu masih bingung dengan pembahasan materi di atas dan membutuhkan contoh kalimat-kalimat berbahasa Arab, di bawah ini beberapa contoh yang bisa menjadi referensi. ุงูุนูุทูููุฉู ุงูุฃูุณูุจูููุนููููุฉู ููููู
ู ุงูุฃูุญูุฏู Libur pekanan pada hari Ahadุฃูุญูุจูู ุงูุนูููููู
ู ููุงููููุบูุฉู ุงูุนูุฑูุจููููุฉู Aku menyukai mapel IPA dan bahasa Arab ุฃูุณูุฆูููุฉู ุงูุฑููููุงุถููููุงุชู ุตูุนูุจูุฉู Soal-soal matematika itu sulit Rakiba ibrahimulhisona Ibrahim menaiki kuda Yuaa iโbu ismaโil alqitta Ismail menggoda kucing Yahsudu Alfallaha alqamha Petani memanen gandung Yasthaโu annuru fii alhujrati Cahaya bersinar di kamarSamiโtu annashiihata minal ustadzi Aku mendengarkan nasihat dari guru